Penyebab Cacingan Pada Anak-Anak

Salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami oleh anak-anak adalah penyakit cacingan. Penyakit cacingan merupakan salah satu penyakit yang hampir diderita sekitar 80% oleh penduduk Indonesia, dan penyakit ini banyak juga diderita oleh orang dewasa. Penyakit cacingan pada anak-anak dan balita serta juga oleh mereka orang dewasa yang sehari-harinya bekerja pada daerah pertambangan dan juga daerah pertanian. Cacing dewasa yang hidup di dalam rongga usus kecil serta dengan struktur mulut yang selalu melekat di selaput lendir usus.

Penyebab cacingan pada anak-anak bisa disebabkan karena adanya sanitasi lingkungan yang kurang terjaga kesehatannya, kebiasaan anak-anak yang sering buang air besar pada tempat yang sembarangan, kebiadaan tidak memakai sepatu atau sendal hal ini menyebabkan terjadinya infeksi pada telur cacing melalui pori kulit atau juga makanan.

Gejala dari penyebab cacingan pada anak-anak diantaranya adalah terjadinya gangguan pada pencernaan ringan, misalnya adalah seperti sakit perut, rasa mual, dan juga nafsu makan yang menjadi berkurang. Larva yang bebas berkeliaran di paru-paru akan mengakibatkan reaksi alergi, antara lainnya adalah batuk, demam, serta penyakit asma.

Cara mencegah penyebab cacingan pada anak-anak datang adalah dengan mengajarkan hidup sehat kepada anak. Biasakan anak untuk memakai sendal atau sepatu saat sedang bermain, sebelum makan mencuci makan terlebih dahulu dan juga sudah buang air besar. Memotong kuku secara rutin  dan tidak menggigit kuku, serta tidak buang air dengan sembarangan.

Cara mengatasi penyakit cacingan secara alami adalah seperti dibawah ini :
Bahan : biji pepaya masak kurang lebih 1 mangkuk
Cara pembuatan : keringkan biji pepaya terlebih dahulu, kemudian gilinglah hingga halus.
Cara pemakaian : dosis yang terdapat di dalam bubuk biji lamtoro, kemudian dicampur susu atau bisa juga dicampur dengana ir dan kemudian diminum jika sudah makan malam.

Posted in Cacingan | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cacingan Pada Anak

Anak kecil yang kurus tau sulit mkan sering kali curiga cacingan, lalu diberi obat anti cacingan.Namun apakah sebenarnya gejala cacingan itu? Apakah memang bermanfaat member obat cacingan sebagai obat pencegahan ?

Cacingan adalah parasit yang hidup di dalam organism lain dan menganggu tuan rumahnya.Kasus infeksi cacingan termasuk cukup banyak terjadi di Indonesia. Cacingan sebaiknya tidak dianggap sepel karena bisa menyebabkan anemia, IQ menurun, mengantuk , malas beraktivitas, berat badan turun, dan sebagainya.

Gejala Cacingan

Cacingan bisa dibuktikan dengan menguji sampel darah, fases urin, atau jaringan lain yang terinfeksi.Jika cacingan ada disaluran cerna, telur atau kistanya kan terlihat di dalam fases orang yang terinfeksi ketika dilihat dibawah mikroskop. Adapun gejala cacingan yang mungkin muncul diantara lain:

  • Lesu dan lemas ini diakibatkan oleh kurangnya darah, terutama jika terinfeksi disebabkan oleh cacingan tambang yang memerlukan darah untuk hidup.Cacingan ini akan mengmbil daah dari tuan rumahnya sehingga penderita cacinganb mengalami kekurangan darah.
  • Nyeri di perut. Kadang juga menyebabkan diare.
  • Berat badan rendah.Karena nutrisi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan malah serap oleh cacing, penderita cacingan menjadi kekurangan gizi.
  • Gatal di anus pada malam hari, terutama akibat cacing kremi. Pada malam hari cacing betina bertelur didaerah anus sehingga menimbulkan gatal. Cacingan kremi terlihat seperti parutan kelapa pada anus.

Obat cacingan bekerja berdasarkan perbedaan toksisitas ang  mengharapkan obat tersebut akan lebih toksik pada cacingan ketimbang pada manusia, tuan rumahnya. Efek samping yang muncul antara lain mual, muntah, sakit perut, sakit kepala. Oleh karena itu lsebaiknya tidak menggunakan obat cacing sampai benar-benar terdiagnosis cacingan.Terutama untuk anak dibawah 2 tahun pemberian obat cacingan sebaiknya dengan saran dokter. Anjuran pemberian 6 bulan didasarkan pada siklus hidup cacing agar tidak sampai berkembang menjadi dewasa.

Penyebaran Cacingan

Cacing biasanya masuk ke tubuh melalui mulut atau kulit. Cacing bisa masuk melalui telapak kaki saat  orang berjalan tanpa alas kaki di tempat yang terinfeksi parasit. Oleh karena itu cegahlah penyebaran cacing dengan :

  • Pastikan daging yang dimakan betul-betul masak.
  • Cuci semua sayuran dan buah sebelum dimakan
  • Selalu cuci tangan sebelum dan setelah memasak dan memakan.
  • Hindari menggaruk didaerah anus.
  • Jangan menggigiti kuku, serta kuku dirawat pendek dan bersih.
  • Jaga kebersihan lingkungan misalnya dengan membersihkan WC atau septictank.

Cacingan dapat menyerap zat gizi dalam tubuh dan bisa mengakibatkan tubuh anak kurus. Tanda anak cacingan yang mudah untuk dikenali, tubuh kurus tetapi perut anak buncit, berat badan tidak naik padahal anak tidak ada masalah dengan nafsu makan dan sulit makan. Anak gelisah di malam hari dan terlihat menggaruk bokongnya. Anak sering mengalami gangguan lambung dan usus seperti mulas dan diare secara berkala. Tanda yang bisa ibu lihat secara jelas, anak terlihat lesu, tidak bergairah dan sering mengalami demam yang hilang timbul.

Jika anak positif terkena cacingan, ibu bisa memberikan obat cacing. Ingat, obat cacing bukan digunakan sebagai pencegahan. Jadi sangat tidak disarankan untuk memberikan obat cacing pada anak, jika tidak dilakukan pemeriksaan feses (tinja) dan positif ditemukan telur atau larva pada tinja anak.

 

 

Posted in Cacingan | Leave a comment

Cacingan

Cacingan merupakan masalah kesehatan yang masih banyak terjadi, khususnya pada anak-anak. Prof. Dr. Tjandara Yoga Aditama, Sp. P (K), Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI dalam sebuah acara kesehatan bertajuk “ Aku bebas cacingan, Bebas berkreasi” mengungkapkan prevalensi kecacingan masih tinggi dan tersebar luas baik diperkotaan ataupun di pedesaan. Bedasarkan survei 1986-1991 pada anak Sekolah Dasar tingkat kecacingan berkisar 60-80%. Padahal, cacingan ditegaskan oleh Dr. Dani Hendarman Supandji, SPA Koordinator Sehat-SIKIB sangat mempengaruhi prestasi anak.

Masuk Lewat Jajanan

MenurutProf. Tjandra, kecacingan pada naka terjadi kaerna banyak faktor, seperti iklim tropis, personal hygiene, sanitasi lingkungan, sosial ekonomi dan kepadatan penduduk. Faktor kebersihan merupakan faktor utamanya. Ditegaskannya, hal itu tergantung dari jenis cacinganya. Cacing gelang menduduki urutan kedua (116%) setelah cacing cambuk (18%) yang banyak menyerang anak, masuk melalui makanan yaitu jajanan yang tingkat kebersihannya kurang. “ Selain menular melalui sentuhan dan jajanan yang diolah tidak bersih dan sempurna, telur yang terbawa angin akan menempel pada jajanan.

Sementara cacing tambang yang bersumber dari tanah berlumpur bisa ditularkan melalui makanan dan dengan cara menembus kulit. Selanjutnya, jumlah cacing pada anak cacingan bebeda- beda. Namun, ditegaskan Prof. Tjandra, rata-rata terdapat 6 cacing dalam tubuh anak cacingan. Satu ekor cacing tambang bisa menghisap darah 0.2 ml/hari, sedangkan cacing gelang bisa memakan 0.14 gram/hari karbohidrat dan 0.035 gram protein. Sementara, pada cacing cambuk, bisa menghisap darah 0.005 ml/hari. “ Bisa dibayangkan, jika jumlah cacing dalam tubuh anak lebih dari 6. Sementara, cacing tamban yang paling berbahaya karena bersifat menghisap darah, sehingga menyebabkan anemia dan sebabkan buang air berdarah.

Silent Disease

Cacingan merupakan penyakit yang sulit dideteksi. Secara umum, cacingan ditandai dengan perut buncit, lemas dan tidak bergairah pada anak. Cacingan dalam jumlah kecil tidak akan menimbulkan gejala atau silent disease. Namun, jika banyak bisa sebabkan sakit perut, mencret, mual, muntah dan anemia. Pada cacing tambang dan cambuk, kepala cacing akan masuk ke dalam mukosa usus dan menyerap darah serta sari makanan. Akibatnya anak lemah, tidak bergairah  karena anemia sehingga berdampak pada turunnya konsentrasi dan prestasi ana di sekolah. Bahkan, kurang gizi juga bisa menerpa anak cacingan sehingga mempermudah terjangkitnya penyakit dan infeksi penyebab kematian.

Tidak hanya itu, larva cacing (sebelum menjadi cacing), larva cacing juga bisa menyebabkan infeksi paru. Larva akan masuk dalam aliran darah dan menyangkut di paru atau saluran nafas, sehingga bisa menimbulkan sesak nafas jika jumlahnya banyak atau asma. Prof. Tjandra mengatakan infeksi paru akibat cacingan tidak separah pada penyakit paru yang menyebabkan muntah darah dan kematian. Infeksi paru akibat cacingan hanya sebatas menyebabkan asma dan sejenis gangguan pernafasan lainnya.

Angka cacingan tidak bisa mencapai 0 %. Hal itu terkait dengan kecacingan merupakan penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup. Perilaku anak dan faktor risiko tidak memungkinkan anak bebas cacingan total. Jajanan anak merupakan salah satu media yang paling efektif dalam penularan cacingan. Berdasarkan sebuah survey di Jakarta 7 dari 10 penjual jajanan anak tidak mencuci tangannya dengan sabun saat buang air besar atau kecil. Padahal, sangat berpotensi terjadinya penularan cacingan.

Untuk memutus rantai penularan dan menurunkan beratnya infeksi oleh cacing diperlukan pencegahan dan pengobatan. Pertama yang harus ditekankan dan ditanamkan secara baik adalah kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Mencuci tangan dengan sabun dan memotong kuku agar telur cacing tidak menempel. Membiasakan hidup bersih dan sehat juga harus disosialisasikan melalui sekolah.

Sementara dikatakan Dr. Dani bahwa penggunaan dan pengobatan sangat penting dan efektif. Minum obat cacing 6 bulan sejali pada anak yang cacingan atau tidak cacingan terbukti sangat efektif. Obat cacing diberikan pada anak di atas 2 tahun, yaitu saat anak sudah mulai mengeksplorasi lingkungan dan renatn dengan media penularan cacing.  

Posted in Cacingan | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Cacingan Pada Manusia

Penyakit cacingan pada manusia diserita oleh hampir 80%, penduduk Indonesia, baik anak-anak maupun dewasa. Penyakit ini sering mengenai anak usia balita dan sekolah dasar, serta orang dewasa yang bekerja di daerah pertambangan atau pertanian. Cacing dewasa hidup di dalam rongga usus kecil dan mulutnya selalu melekat di selaput lendir usus.

Penyebab penyakit cacingan pada manusia antara lain sanitasi lingkungan kurang terjaga, kebiasaan anak-anak yang buang air besar di sembarang tempat, kebiasaan tidak memakai alas kaki, yang berakibat terjadinya infeksitelur cacing melalui pori kulit atau makanan. Gejala serangan ringan cacingan antara lain terdapat gangguan pencernaan ringan, seperti sakit perut, mual dab nafsu makan berkurang. Larva berkeliaran di paru-paru dapat menimbulkan rekasi alergi, antara lain batuk, demam, dan serangan asma.

Cacing merupakan parasit atau organisme yang hidup pada oeganisme lain. Cacing yang ada dalam tubuh manusia akan merampas zat makanan dari tubuh yang dijadikan tempat tinggalnya. Jika penyakit cacingan pada manusia terjadi pada anak-anak akan mengganggu pertumbuhan dan menurunkan daya tahan tubuh, Umumnya cacing masuk ke dalam tubuh manusia melalui tanah. Anak-anak yang masuh belum mengerti tentang kebersihan diri, sering bermain di tempat-tempat kotor seperti bermain di got atau bermain pasir, sehingga mudah terserangt penyakit cacingan. Jenis cacingan yang biasa menjadi parasit dalam tubuh manusia adalah cacing gelang, kermi, cambuk, dan tambang.

Keluhan akibat cacingan antara lain perut kembung, mual, muntah dan sakit perut, nafsu makan menurun, diare, dan gatal di dubur terutama pada malam hari. Jika keadaannya parah, dapat menyebabkan anemia atau kekurangan sel darah memrah, gejala sakit kuning akibat adanya penyumbatan saluran empedu, badan menjadi kurus dan mudah terkena infeksi.

Anak-anak perlu diajarkan cara hidup bersih dan sehat. Biasakan anak memakai alas kaki ketika bermain, mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar, memotong kuku, serta tidak membuang air besar sembarangan,

Banyak anthelmintika dalam dosisi terapi hanya bersifat melumpuhkan cacing, jadi tidak mematikannya. Guna mencegah agar jangan sampai parasit itu menjadi aktif lagi, maka mereka harus dikeluarkan dari tubuh secepat mungkin. Dalam hal ini tidak boleh menggunakan minyak, kastroli, sebab anthelmintika itu akan larut di dalamnya sehingga resorpsi obat dan toksisitasnya dipertinggi.

Sebaliknya obat pencahar (urus-urus) tidak diperlukan pada obat yang dengan sendirinya sudah bersifat laksans, misalnya pada piperazina dan diklorofen atau pada obat-obat yang berkhasiat vermicid (mematikan cacing), seperti mebendazol, piruinium dan niklosamida.

Pengobatan penyakit cacingan pada manusia dapat dilakukan dengan resep dibawah ini :

Ramuan I
Bahan : biji pepaya masak 1 mangkok
Cara pembuatan : biji pepaya dikeringkan, lalu digilng sampai halus.
Cara pemakaian : dosisi seperti pada bubuk biji lantoro, dicampur susu atau air, dan diminum sesdah makan malam.

Ramuan II
Bahan : biji lantoro mentah 1 mangkuk dan susu cair secukupnya.
Cara pembuatan : biji lantoro disangrau dan ditumbuk halus
Cara pemakaian : uuntuk orang dewasa 1 sendok teh biji lantoro dicampur air atau susu sebanyak 2 sendok makan, diminum 2 jam sesudah makan malam. Anak usia 7-9 tahun, 1/4 sendok teh, 2 jam sesudah makan malam. Sementara itu, anak 10-12 tahun 1/2 sendok teh 2 jam sesudah makan malam. Bisa pula lantoro segar 1 genggam dimakan langsung dan jika perlu diulangi seminggu sekali.

 


Posted in Cacingan | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cacingan Pada Anak

Cacing merupakan parasit atau organisme yang hidup pada organisme lain. Cacing yang ada dalam tubuh manusia akan merampas zat makanan dari tubuh yang dijadikan tempat tinggalnya. Jika terjadi pada anak-anak akan mengganggu pertumbuhan dan menurunkan daya tahan tubuh. Umumnya, cacing masuk ke dalam tubuh manusia melalui tanah.

Anak-anak yang masih belum mengerti tentang kebersihan diri, sering bermain di tempat-tempat yang kotor seperti bermain di got atau bermain pasir, sehingga mudah terserang penyakit cacingan. Jenis cacingan yang biasa menjadi parasit dalam tubuh manusia adalah cacing gelang, kremi, cambuk dan tambang.

Keluhan akibat cacingan antara lain perut kembung, mual, muntah, sakit perut, nafsu makan menurun, diare, dan gatal di dubur terutama pada malam hari. Jika keadaannya parah, dapat menyebabkan anemia atua kekurangan sel darah merah, gejala sakit kuning akibat adanya penyumbatan saluran empedu, badan menjadi kurus dan mudah terkena infeksi.

Anak-anak perlu diajarkan cara hidup bersih dan sehat. Biasakan anak memakai alas kaki ketika bermain, mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar, serta memotong kuku

Posted in Cacingan | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Penyakit Cacingan

Untuk menghindari agar tidak terserang penyakit cacingan, setiap orang di anjurkan untuk selalu memakai alas kaki , memasak daging tanpa harus matang dengan demikian dapat terhindar dari penularan cacing tambang. Disamping itu dianjurkan pula jika buang air besar jangan disembarang tempat, karena hal itu mungkin sekali dapat menyebabkan tempayak (larva) cacing tambang tersebut, tersebar kemana-mana. Seharusnya buang air besar di WC yang terbuat rapi dan bersih.

Namun para ibu masih banyak yang salah, bahwa jika makan ikan, daging, gorengan akan menderita penyakit yang mereka sebut cacingan. Ada pula yang mengatakan bahwa anak yang sering makan kelapa mentah akan mengidap banyak cacing kremi. Anggapan ini jelas kurang berdasar. Memang ada anak-anak dan orang yang masih dalam pertumbuhan untuk mendapat ekstra zat protein yang seperti banyak terdapat pada daging, ikan, telur, susu dan lain-lain. Zat ini perlu sekali untuk pertumbuhan tubuh.

Namun anggapan yang benar adalah lalat yang hinggap pada makanan adalah penular utama bibit penyakit itu. Mungkin sekali waktu hinggap dan membawa telur cacing ke makanan itu. Bila makanan itu dimakan manusia, maka telur-telur tadi akan ikut pula termakan. Dalam usus, telur itu menetas, dan tubuh menjadi dewasa serta berkembang biak. Bila banyak cacing-cacing yang hidup dalam usus, maka terjadilah penyakit mereka yang sebut cacingan. Cacing yang hidup dalam usus anak ini aslinya bukan dari daging, telur, ikan, susu, dan lain-lain, tapi dari telur-telur cacing yang terdapat pada makanan yang dimakan oleh calon penderita itu.

PENGOBATAN
Obat yag dipakai untuk membasmi penyakit cacing pita adalah biji-biji labu merah, tetrachloorkoolstof (CCL), minyak chenopodium kombinasi dari obat-obat tersebut. Pemberian obat-obat ini sebaiknya ditentukan oleh seorang ahli untuk mengurangi bahaya keracunan obat-obat itu sendiri.

Sebaiknya anak-anak diberi obat cacing untuk 6 bulan atau paling lama satu tahun sekali.Banyak obat cacing yang cukup manjur. Cacing gelang atau cacing kremi dapat diberikan piperazin. Untuk penderita anak-anak sebaiknya diberikan sekaligus 4 ml, sedangkan bagi penderita orang dewasa dapat diberikan piperazin 30 ml. Namun obat piperazin ada juga yang berbentuk tablet atau kapsul.
Untuk pembasmian cacing kremi yang harus diberi obat tiga kali sehari selama 7 hari dengan dosis 6 ml pagi, dan 5 ml malam (1 sendok obat yang ada di botol umumnya 5 ml). Pada sat ini untuk mnumpas cacing jenis lain termasuk cacing tambang diberi obat pyrantel (11 ml per kg) berat badan anak sehari.

Posted in Cacingan | Tagged , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Cacingan

Gejala penyakit cacing tambang yang dapat disaksikan dengan mata kepala telanjang bila mereka sudah bersarang dalam tubuh penderita sehingga wajah penderita pucat karena kurang darah, sebagian besar darah penderita sudah dihisap untuk hidup semacam cacing tambang tersebut. Kecuali keluhan-keluhan berupa perasaan yang lemas, tidak ada keinginan untuk melakukan aktivitas dan bila beraktivitas lekas capek, napas penderita juga menjadi sesak. Bila penyakitnya sudah agak keras, maka tungkai penderita bengkok.

Wajah pucat, kondisi penderita agak lain dari biasa, agak kekuning-kuningan. Bila penyakit ini menulari banyak orang tentu dan jelas agak mengganggu produktivitas, karena mereka tidak bertenaga untuk melakukan pekerjaan.
Wajah penderita tampak pucat, krena cacing tambangyang turut melengketkan diri pada selaput lendir usus tuan rumah banyak sekali (sampai 800 ml atau lebih), tentu darah yang diisapnya banyak pula, sehingga penderita menjadi kekurangan darah dan berwajah pucat.
Ada lagi teori yang mengatakan bahwa cacing-cacing itu mengeluarkan toksin-toksin racun. Toksin ini masuk ke dalam darah tuan rumah, akhirnya sampai ke sumsum tulang . Disini toksin-toksin itu merusak sarang-sarang pembuat sel-sel tuan rumah. Maka pembuatan sel-sel darah merah tadi terganggu. Akibatnya wajah penderita tampak pucat. Anggapan lain adalah kurang darah tersebut disebabkan oleh makanan yang direbut cacing bernilai tinggi dan penyerapan makanan dalam usus menjadi terganggu.

Posted in Cacingan | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyebab Cacingan

 

Penyebab utama penyakit cacingan pada anak-anak adalah  mereka tidak begitu peduli untuk memelihara kebersihan. Kadang-kadang begitu mudah memasukkan jari tangannya yang kotor ke dalam mulut atau tanpa cuci tangan. Ketika tangan yang kurang bersih itulah ikut serta pula telur-telur cacing ke dalam mulut yang akhirnya berkembang biak dalam pencernaan penderita.

Dengan demikian semua telur cacing yang mungkin sudah ada di tanah yang kotor itu masuk ke dalam pencernaan melalui mulut. Kecuali jenis cacing tambang yang bisa menembus kulit telapak kaki ketika si penderita tidak memakai alas kaki.
Semua jenis cacing yang sudah masuk tadi bertelur di usus dan telur inilah yang akan menjadi cacing kelak bila waktunya sudah tiba. Memang ada sebagian cacing tadi keluar lagi melalui tinja penderita, namun bila tinja berserakan dimana-mana itu telah kering ditiup oleh angin dan masuk lagi kedalam makanan yang dimakan lagi oleh calon penderita.

Telur cacing yang sudah sampai diperut penderita lahir lagi menjadi anak-anak cacing berbentuk larva (tempayak). Anak cacing ini kemudian menembus dinding usus dan masuk ke dalam aliran darah dan terus ke paru-paru. Sebagian anak cacing masuk ke kerongkongan, kemudian larva ini seringkali menimbulkan gejala gatal-gatal yang kemudian larva tadi ikut tertelan dan masuk ke dalam usus untuk tumbuh menjadi dewasa dan mengeluarkan telur ke dalam tinja.

Proses peredaran seperti lingkaran setan ini kembali berulang, kecuali telur cacing tambang yang menetas ditanah lembab, lalu menjadi anak cacing. Bila ada yang lewat tanpa alas kaki, makan larva itu menembus kulit kaki dan masuk bersama peredaran darah , paru-paru lalu menembus kerongkongan, terus masuk ke dalam usus dan menjadi cacing dewasa.
Cacing tambang merupakan cacing yang sering disebut ankilostoma duodenale, yang panjangnya sekiutar 5-25mm. Ia biasanya hidup dan bersembunyi di usus halus manusia.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Cacingan

Cacingan yang kita maksudkan disini adalah segala macam cacing yang ternyata hidup parasit dalam lambung manusia. Mereka turut hidup parasit didalam pencernaan manusia. Penyakit cacingan ini banyak diderita oleh anak-anak yang belum begitu tahu cara memelihara kebersihan dan kesehatan.

Misalnya mereka mungkin saja diidapi juga oleh orang dewasa juga karena faktor kurang memelihara kebersihan dan kesehatan tadi.
Sering kita lihat perut anak yang buncit, karena menderita penyakit cacingan ini. Namun tidak semua penderita penyakit cacingan mempunyai perut yang buncit seperti itu. Bisa saja penderita terserang penyakit cacingan, tapi belum tentu semua penderita cacingan mempunyai perut yang gembung.

 

 

Posted in Cacingan | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Penyakit Cacingan

Penyakit cacingan harus diwaspadai dan dicegah sebelum penyakit cacingan itu menuai suatu masalah terganggunya kesehatan, terutama pada anak-anak yang mudah terkena penyakit cacingan.

Berikut ini tips sederhana mengatasi dan mencegah penyakit cacingan :

1. Jaga kebersihan dengan baik, jangan buang air besar di sembarang tempat

2. Cuci tangan sebelum makan atau memegang makanan

3. Cuci sayuran dengan bersih sebelum dimasak

4. Cuci tangan dengan bersih setelah buang air besar

5. Menggunting kuku untuk mencegah infeksi selanjutnya

6. Masak daging dan ikan dengan baik hingga benar-benar matang

7. Simpan makanan di tempat yang terlindungi dari kontaminasi pencemaran

8. Menggunakan alas kaki ketika berada di luar rumah

9. Cuci tangan dan kaki usai bermain, maupun usai berpergian

Dengan melakukan upaya pencegahan, setidaknya kita mencoba menghindari terkontaminasinya penyakit cacingan. Cara lainnya adalah minum obat cacing secara rutin tiap 6 bulan sekali dan memeriksakan kondisi kesehatan anak setiap 6 bulan sekali.

Posted in Cacingan | Tagged , , , | Leave a comment