Cacingan Pada Anak

Anak kecil yang kurus tau sulit mkan sering kali curiga cacingan, lalu diberi obat anti cacingan.Namun apakah sebenarnya gejala cacingan itu? Apakah memang bermanfaat member obat cacingan sebagai obat pencegahan ?

Cacingan adalah parasit yang hidup di dalam organism lain dan menganggu tuan rumahnya.Kasus infeksi cacingan termasuk cukup banyak terjadi di Indonesia. Cacingan sebaiknya tidak dianggap sepel karena bisa menyebabkan anemia, IQ menurun, mengantuk , malas beraktivitas, berat badan turun, dan sebagainya.

Gejala Cacingan

Cacingan bisa dibuktikan dengan menguji sampel darah, fases urin, atau jaringan lain yang terinfeksi.Jika cacingan ada disaluran cerna, telur atau kistanya kan terlihat di dalam fases orang yang terinfeksi ketika dilihat dibawah mikroskop. Adapun gejala cacingan yang mungkin muncul diantara lain:

  • Lesu dan lemas ini diakibatkan oleh kurangnya darah, terutama jika terinfeksi disebabkan oleh cacingan tambang yang memerlukan darah untuk hidup.Cacingan ini akan mengmbil daah dari tuan rumahnya sehingga penderita cacinganb mengalami kekurangan darah.
  • Nyeri di perut. Kadang juga menyebabkan diare.
  • Berat badan rendah.Karena nutrisi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan malah serap oleh cacing, penderita cacingan menjadi kekurangan gizi.
  • Gatal di anus pada malam hari, terutama akibat cacing kremi. Pada malam hari cacing betina bertelur didaerah anus sehingga menimbulkan gatal. Cacingan kremi terlihat seperti parutan kelapa pada anus.

Obat cacingan bekerja berdasarkan perbedaan toksisitas ang  mengharapkan obat tersebut akan lebih toksik pada cacingan ketimbang pada manusia, tuan rumahnya. Efek samping yang muncul antara lain mual, muntah, sakit perut, sakit kepala. Oleh karena itu lsebaiknya tidak menggunakan obat cacing sampai benar-benar terdiagnosis cacingan.Terutama untuk anak dibawah 2 tahun pemberian obat cacingan sebaiknya dengan saran dokter. Anjuran pemberian 6 bulan didasarkan pada siklus hidup cacing agar tidak sampai berkembang menjadi dewasa.

Penyebaran Cacingan

Cacing biasanya masuk ke tubuh melalui mulut atau kulit. Cacing bisa masuk melalui telapak kaki saat  orang berjalan tanpa alas kaki di tempat yang terinfeksi parasit. Oleh karena itu cegahlah penyebaran cacing dengan :

  • Pastikan daging yang dimakan betul-betul masak.
  • Cuci semua sayuran dan buah sebelum dimakan
  • Selalu cuci tangan sebelum dan setelah memasak dan memakan.
  • Hindari menggaruk didaerah anus.
  • Jangan menggigiti kuku, serta kuku dirawat pendek dan bersih.
  • Jaga kebersihan lingkungan misalnya dengan membersihkan WC atau septictank.

Cacingan dapat menyerap zat gizi dalam tubuh dan bisa mengakibatkan tubuh anak kurus. Tanda anak cacingan yang mudah untuk dikenali, tubuh kurus tetapi perut anak buncit, berat badan tidak naik padahal anak tidak ada masalah dengan nafsu makan dan sulit makan. Anak gelisah di malam hari dan terlihat menggaruk bokongnya. Anak sering mengalami gangguan lambung dan usus seperti mulas dan diare secara berkala. Tanda yang bisa ibu lihat secara jelas, anak terlihat lesu, tidak bergairah dan sering mengalami demam yang hilang timbul.

Jika anak positif terkena cacingan, ibu bisa memberikan obat cacing. Ingat, obat cacing bukan digunakan sebagai pencegahan. Jadi sangat tidak disarankan untuk memberikan obat cacing pada anak, jika tidak dilakukan pemeriksaan feses (tinja) dan positif ditemukan telur atau larva pada tinja anak.

 

 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Cacingan Untuk Mengatasi Cacingan, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Cacingan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *