Cacingan

Cacingan merupakan masalah kesehatan yang masih banyak terjadi, khususnya pada anak-anak. Prof. Dr. Tjandara Yoga Aditama, Sp. P (K), Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI dalam sebuah acara kesehatan bertajuk “ Aku bebas cacingan, Bebas berkreasi” mengungkapkan prevalensi kecacingan masih tinggi dan tersebar luas baik diperkotaan ataupun di pedesaan. Bedasarkan survei 1986-1991 pada anak Sekolah Dasar tingkat kecacingan berkisar 60-80%. Padahal, cacingan ditegaskan oleh Dr. Dani Hendarman Supandji, SPA Koordinator Sehat-SIKIB sangat mempengaruhi prestasi anak.

Masuk Lewat Jajanan

MenurutProf. Tjandra, kecacingan pada naka terjadi kaerna banyak faktor, seperti iklim tropis, personal hygiene, sanitasi lingkungan, sosial ekonomi dan kepadatan penduduk. Faktor kebersihan merupakan faktor utamanya. Ditegaskannya, hal itu tergantung dari jenis cacinganya. Cacing gelang menduduki urutan kedua (116%) setelah cacing cambuk (18%) yang banyak menyerang anak, masuk melalui makanan yaitu jajanan yang tingkat kebersihannya kurang. “ Selain menular melalui sentuhan dan jajanan yang diolah tidak bersih dan sempurna, telur yang terbawa angin akan menempel pada jajanan.

Sementara cacing tambang yang bersumber dari tanah berlumpur bisa ditularkan melalui makanan dan dengan cara menembus kulit. Selanjutnya, jumlah cacing pada anak cacingan bebeda- beda. Namun, ditegaskan Prof. Tjandra, rata-rata terdapat 6 cacing dalam tubuh anak cacingan. Satu ekor cacing tambang bisa menghisap darah 0.2 ml/hari, sedangkan cacing gelang bisa memakan 0.14 gram/hari karbohidrat dan 0.035 gram protein. Sementara, pada cacing cambuk, bisa menghisap darah 0.005 ml/hari. “ Bisa dibayangkan, jika jumlah cacing dalam tubuh anak lebih dari 6. Sementara, cacing tamban yang paling berbahaya karena bersifat menghisap darah, sehingga menyebabkan anemia dan sebabkan buang air berdarah.

Silent Disease

Cacingan merupakan penyakit yang sulit dideteksi. Secara umum, cacingan ditandai dengan perut buncit, lemas dan tidak bergairah pada anak. Cacingan dalam jumlah kecil tidak akan menimbulkan gejala atau silent disease. Namun, jika banyak bisa sebabkan sakit perut, mencret, mual, muntah dan anemia. Pada cacing tambang dan cambuk, kepala cacing akan masuk ke dalam mukosa usus dan menyerap darah serta sari makanan. Akibatnya anak lemah, tidak bergairah  karena anemia sehingga berdampak pada turunnya konsentrasi dan prestasi ana di sekolah. Bahkan, kurang gizi juga bisa menerpa anak cacingan sehingga mempermudah terjangkitnya penyakit dan infeksi penyebab kematian.

Tidak hanya itu, larva cacing (sebelum menjadi cacing), larva cacing juga bisa menyebabkan infeksi paru. Larva akan masuk dalam aliran darah dan menyangkut di paru atau saluran nafas, sehingga bisa menimbulkan sesak nafas jika jumlahnya banyak atau asma. Prof. Tjandra mengatakan infeksi paru akibat cacingan tidak separah pada penyakit paru yang menyebabkan muntah darah dan kematian. Infeksi paru akibat cacingan hanya sebatas menyebabkan asma dan sejenis gangguan pernafasan lainnya.

Angka cacingan tidak bisa mencapai 0 %. Hal itu terkait dengan kecacingan merupakan penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup. Perilaku anak dan faktor risiko tidak memungkinkan anak bebas cacingan total. Jajanan anak merupakan salah satu media yang paling efektif dalam penularan cacingan. Berdasarkan sebuah survey di Jakarta 7 dari 10 penjual jajanan anak tidak mencuci tangannya dengan sabun saat buang air besar atau kecil. Padahal, sangat berpotensi terjadinya penularan cacingan.

Untuk memutus rantai penularan dan menurunkan beratnya infeksi oleh cacing diperlukan pencegahan dan pengobatan. Pertama yang harus ditekankan dan ditanamkan secara baik adalah kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Mencuci tangan dengan sabun dan memotong kuku agar telur cacing tidak menempel. Membiasakan hidup bersih dan sehat juga harus disosialisasikan melalui sekolah.

Sementara dikatakan Dr. Dani bahwa penggunaan dan pengobatan sangat penting dan efektif. Minum obat cacing 6 bulan sejali pada anak yang cacingan atau tidak cacingan terbukti sangat efektif. Obat cacing diberikan pada anak di atas 2 tahun, yaitu saat anak sudah mulai mengeksplorasi lingkungan dan renatn dengan media penularan cacing.  


=====================================

>>> Kapsul Herbal Cacingan Untuk Mengatasi Cacingan, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Cacingan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *