Jenis-Jenis Cacing Dalam Tubuh Manusia

Cacingan sangat sering ditemukan pada anak-anak. Cacingan didapat ketika telur cacing pada tangan, kotoran atau kuku tangan masuk ke dalam mulut waktu si kecil menghisap jari tangan atau makan. Telur cacing akan menetas di dalam tubuh dan caing akan berpindah ke usus besar dan meletakkan telurnya di sekitar anus, biasanya cacing dalam tubuh manusia beraksi pada malam hari.

Selain menyerang anak-anak, penyakit cacingan tidak menutup kemungkinan untuk menyerang orang dewasa, hal ini disebabkan pola hidup yang tidak sehat. Ada beberapa jenis cacing dalam perut manusia yang mengisap sari-sari makanan, termasuk darah kita, langsung dari dalam tubuh. Jika dibiarkan, cacing dalam perut akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.

Jenis-jenis cacing yang mungkin tumbuh dalam tubuh manusia, diantaranya :

1. Cacing gelang (Ascaris lumbricoides)

Cacing gelang juga dapat masuk dan tumbuh dalam tubuh manusia dengan menghisap sari-sari makanan. Cacing gelang ini merupakan cacing yang paling umum menginfeksi tubuh manusia. Cacing gelang dapat tumbuh dewasa sampai mencapai ukuran 10-30 cm dengan tebal sebesar pensil dan dapat hidup hingga 1-2 tahun.

Cacing gelang mudah masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi dengan telur dari cacing gelang. Ketika kawanan telur cacing gelang ini tertelan bersama makanan atau minuman dan memasuki usus, kemudian telur ini akan meneta dan menjadi larva. Kemudia larva dari telur yang sudah menetas ini mengalir ke dinding usus menuju paru-paru, kemudian larva ini beranjak bergerak naik ke saluran bronkial ke tenggorokan melalui kelenjar ludah yang tertelan, setelah itu larva akan kembali usus kecil dan tumbuh menjadi dewasa, kawin dan berkembang biak menghasilkan telur dalam waktu yang singkat yakni 2 bulan kemudian telur akan menetas dan kembali siklus pertumbuhan cacing gelang seperti yang disebutkan.

Jika cacing gelang betina yang masuk dalam tubuh manusia mampu menghasilkan hingga 240.000 telur dalam sehari. Penyakit cacingan yang sangat rentan menyerang anak-anak ini, umumnya tidak menunjukkan gejala yang terlihat, gejala akan terlihat ketika sang anak terlihat lemas, lesu, perut buncit, gangguan gastrointestinal dan gejala kurang gizi kemungkinan besar sang anak mengalami infeksi cacing gelang yang cukup parah. Bahkan terkadnag terlihat feses yang keluar encer, dan bercampur dengan lendir atau darah.

2. Cacing kremi (Oxyuris vermicularis)

Merupakan jenis cacing kedua, penyebab cacingan pada anak. Cacing kremi ini juga dapat tumbuh dan hidup di dalam tubuh manusia. Cacing kremi ini juga dikenal dengan nama cacing kerawit atau cacing kecil-kecil karena memiliki ukuran tubuh yang kecil dan halus seperti benang, berwarna putih dan memiliki panjang tubuh kira-kira 3-5 mm. Cacing kremi ini mudah dikeluarkan bersamaan dengan feses atau keluar dengan sendirinya melalui anus.

Cacing kremi ini lebih menular dan masuk dalam tubuh anak, ketika anak tidak menjaga kebersihan tangannya. Telur cacing kremi ini akan menempel pada tangan melalui kotoran manusia. Ketika tangan yang tercemar tanpa disadari, telur dapat masuk ke dalam tubuh, kemudian akan mulai menetaskan telur dalam usus kecil dan bergerak turun ke usus besar.

Cacing kremi sama seperti cacing gelang sering menempel pada dinding usus dan makanan. Ketika telur cacing kremi ini menetas, mereka akan berpindah tempat untuk bertelur pada kulit berlipat di sekitar dubur. Apabila seseorang terkena cacingan dan mulai merasakan rasa gatal-gatal di sekitar dubur/anus yang umumnya terjadi malam hari, maka kemungkinan terkena cacing kremi. Dibutuhkan waktu sekitar satu bulan dari menelan telur cacing kemudian merasakan gatal-gatal di anus. Cacing kremi dewasa berukuran 3-10 mm sehingga bisa dilihat dengan mata telanjang. Telur cacing kremi dapat bertahan hidup hingga tiga minggu. Karena bentuknya yang sangat kecil. Untuk memastikan apakah gatal-gatal disebabkan oleh cacing kremi, Anda dapat meletakkan sepotong selotip di anus. Semua cacing atau telur akan menempel ke selotip. Lalu bawalah selotip itu ke dokter untuk diperiksa.

Gambar : Jenis-jenis cacing yang hidup d dalam tubuh manusia.

3. Cacing tambang (Ankylostomiasis)

Cacing tambang merupakan jenis cacing kecil dengan panjang sekitar 8-15 mm. cacing ini hidup dalam usus dan sering menggigit dinding usus sehingga menyebabkan pendarahan dan meracuni penderita. Telur cacing tambang dapat keluar bersama kotoran (feses). Penyebab dari timbul dan tumbuh cacing tambang yang masuk dalam tubuh, akibat tingkat kebersihan yang kurang diperhatikan, misalnya buang air besar sembarangan sehingga menjadi media berlkembang biaknya cacing tambang. Selain masuk melalui mulut bersama yang mungkin tercemar, cacing tambang juga masuk ke tubuh melalui kulit terutama kulit di kaki.

Seseorang yang terkena penyakit cacing jenis cacing tambang ini umumnya akan menuai gejala atau tanda-tanda seperti : merasakan mual ingin muntah. wajah terlihat lebih pucat, tubuh menjadi lemah, sakit kepala, telingan berdenggung dan napas menjadi sesak sehingga mudah merasakan lelah.

4. Cacing cambuk (trichinella spiralis)

Cacing cambuk ini umumnya ditularkan melalui konsumsi daging hewan yang tercemar atau mengandung larva cacing ini. Cacing cambuk merupakan jenis cacing dengan ukuran paling kecil dibanding ukuran jenis cacing lainnya yakni 1-2 mm. Manusia yang gemar mengkonsumsi makanan sajian daging setengah matang atau mentah dari hewan yang terinfeksi, terutama jenis daging babi, babi hutan dll.

Telur yang menetas pada daging hewan ini kemudian menetas dan menjadi larva  yang masuk ke usus kecil, menembus mukosa dan tumbuh menjadi dewasa dalam 6-8 hari. Cacing betina yang bertelur dan menetaskan larva dapat hidup dan berkembang biak dalam tubuh manusia hingga 6 minggu. Larva dari telur yang baru menetas kemudian akan berpindah tempat dengan perjalanan melalui aliran darah dan jaringan tubuh dan terakhir akan bertahan di sel otot rangka lurik. Larva mengkista (encyst) sepenuhnya dalam 1-2 bulan dan tetap hidup hingga beberapa tahun sebagai parasit intraselular. Larva yang mati akhirnya diserap kembali tubuh. Siklus ini terus berlanjut hanya jika larva mengkista dicerna oleh karnivora lain. Gejala awal infeksi cacing cambuk termasuk edema, nyeri otot, dan demam.

5. Cacing pita (Taeniasis)

Cacing pita berbentuk panjang pipih menyerupai pita, kepala kecil dan mempunyai kait untuk meletakkan diri pada dinding usus. Tubuhnya memiliki ruas-ruas, setiap ruas dapat mengeluarkan ratusan telur. Cacing pita mempunyai banyak jenis, tetapi ada tiga yang biasa dikenal, yaitu cacing pita daging, cacing pita ikan, dan cacing pita babi.

Cacing pita ini tidak hanya tumbuh dalam tubuh manusia namun dapat pula di dalam tubuh hewan ternak. Akan tetapi tubuh manusia menjadi induk atau inang dari cacing pita ini.

Ada 2 jenis cacing pita yang tumbuh dalam tubuh manusia, yakni :

a. Cacing pita sapi (Taenia saginata)

Cacing pita sapi merupakan cacing terbesar diantara semua jenis cacing  parasit dalam tubuh manusia. Ukuran cacing pita ini mencapai 8 meter dan jenis cacing ini hampir selalu ada di dalam saluran pencernaan tubuh manusia. Cacing pita ini memiliki ciri, seperti : berwarna putih pucat, tanpa mulut, tanpa anus, dan tanpa saluran pencernaan. Cacing pita ini dapat bertahan hidup di dalam usus induknya hingga 25 tahun.

Cacing pita ini umumnya tumbuh tersembunyi di dalam hewan ternak yang kita konsumsi dagingnya yakni sapi. Ketika cacing pita memecahkan telur kemudian membuat larva pada rumput yang dimakan sapi, kemudian dalam organ pencernaan sapi, melepaskan enzim dan melepaskan zigot yang kemudian kaan menembus lapisan mukosa saluran pencernaan untuk memasuki aliran darah. Dari pembuluh darah, zigot akan menetap di otot membentuk kista. Apabila daging sapi berisis kista kemudian dimakan oleh manusia dalam keadaan mentah atau setengah matang, larva dari telur cacing pita ini akan menetas kembali dalam usus kecil manusia, kemudian berkembang biak dalam kurun waktu 3 bulan. Mereka yang terinfeksi oleh cacing pita ini akan merasakan gejala mual ingin muntah.

b. Cacing pita babi (Taenia solium)

Taenia solium atau cacing pita babi merupakan jenis cacing pita yang hidup dalam saluran pencernaan hewan babi. Cacing pita babi memiliki siklus yang sama dengan cacing pita sapi. Namun perbedaannya adalah kista tersebut dapat di mata, otak atau otot sehingga menyebabkan masalah serius. Apabila tubuh membunuh parasit itu, garam kalsium yang terbentuk di tempat mereka akan membentuk batu kecil di jaringan lunak yang juga akan mengganggu kesehatan.

Gejala apabila seseorang terkena infeksi cacing pita :

- Perut terasa muals dan mual
- Terkadang perut terasa perih seperti ditusuk tetapi akan hilang sesudah makan
- Badan terlihat kurus
- Wajah pucat
- Kepala pusing
- Kurang nafsu makan
- Feses berlendir


=====================================

>>> Kapsul Herbal Cacingan Untuk Mengatasi Cacingan, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Cacingan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>