Pencegahan Cacingan Pada Anak

Pencegahan Cacingan Pada AnakPenyakit cacingan yang sering kali terjadi pada anak karena faktor memilih permainan dengan berbagai media. Dan juga tidak terkecuali anak menggunakan tanah sebagai alat bermainnya, tanah yang telah tercemar oleh telur cacing akan masuk ke pencernaan melalui tangan yang tidak bersih ketika akan mengkonsumi makanan.

aaaaa

Pencegahan Cacingan Pada Anak

Cacingan dalam istilah sehari-hari adalah kumpulan gejala yang mengganggu kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh. Penyebab cacingan yang populer adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang dan biasanya penyakit cacingan sangat mudah menular. Pantat yanggatal merupakan salah satu gejala untuk jenis cacing Enterobius vermicularis. Pada spesies cacing ini, indung cacing akan keluar dari lubang anus, biasanya di malam hari ketika saat tidur, dan meletakkan telurnya di daerah peri-anal (sekeliling anus).

Penyakit cacingan biasanya dianggap penyakit yang paling sepele, apa lagi pada ibu yang kurang memberikan asupan obat cacingan karena anak mudah sekali terjangkit cacingan dengan melakukan pencegahan cacingan pada anak. Penyakit ini bisa menurunkan tingkat kesehatan pada anak. Yang disebabkan penyakit anemia, lemas tak bergairah, IQ menurun, malas beraktivitas, berat badan rendah, dan ngantuk.

Gejala penyakit cacingan pun akan sulit dideteksi, jika jumlaha cacingan yang bersarang dalam tubuh masih sedikit. Cara masuknya cacing ke dalam tubuh beraneka ragam, cacing gelang yang bersarang dalam tubuh dengan jumlah telur infektif 100.000 hingga 200.000 perhari biasanya masuk melalui makanan. Untuk cacing cambuk, telur yang infektif di dalam tubu8h sebanyak 4000 sampai 5000 dalam waktu 4 obat cacingan hingga 6 minggu lamanya biasa juga masuk lewat makanan.  Sedangkan pada telur cacing tambang biasanya akan berkembang dalam tubuh makanan dan kulit. Telur cacing cambuk yang infektif biasanya berjumlah 9000 sampai 10.000 dalam waktu 3 hari lamanya. Berkembangnya penyakit ini juga dipengaruhi banyak faktor mulai dari faktir iklim tropis, kebersihan tubuh, sanitasi lingkungan, kepadatan penduduk, dan sosial ekonomi.

Penyebab Cacingan

Harus lebih perhatikan cacingan sangat mudah menyerang pada kaum anak-anak. Orang tua harus lebih memberikan perhatian dan perlindungan ekstra dalam pencegahan cacingan pada anak. Adapun penyebab terjadinya cacingan pada anak :

  1. Tidak Memakai Alas Kaki

Kebiasaan anak yang menggunakan alas kaki juga dapat menyebabkan anak terkena cacingan. Jenis cacing gelang ini bisa menembus permukaan kulit dan pori-pori manusia. Cacingan bisa tertular dan kemudian menimbulkan cacingan, biasakan pada anak untuk selalu memakai alas kaki saat menginjak tanah untuk pencegahan cacingan pada anak yang mudah sekali terkena cacingan. Tanah adalah sumber kuman dan tempat tinggal cacing yang menjadi penyebabnya cacingan.

  1. Makanan

Cacingan juga bisa disebabkan oleh makanan yang tercemar oleh larva cacing. Larva itu saat berada di dalam usus kemudian bertelur dan kemudian akan berkembang biar. Hal yang menyebabkan anak cacingan.

  1. BAB Sembarang Tempat

Anak jangan sering dibiasakan untuk membuang air besar di sembarang tempat, yang di karenakan jika BAB di sembarang tempat anak renta untuk terkena cacingan. Penderita cacingan saat mengeluarkan tinja cacing itu akan ikut keluar, saat tinja mengering maka cacing itu akan hidup dan berkeliaran kembali, untuk pencegahan cacingan pada anak sebaiknya jangan membiasakan untuk BAB sembarangan.

  1. Kurang Memelihara Kebersihan

Jika tidak bisa melakukan pencegahan cacingan pada anak, banyak anak yang merasa cuek dengan kebersihannya. Seperti setelah bermain tanah tidak mencuci tangan dan dia memasukkan makanan menggunakan tangannya ke dalam mulut. Hal tersebut yang menjadi penyebab cacingan.

Cara Pencegahan Cacingan pada Anak

Pencegahan lebih baik dari pada mengobati. Oleh sebab itu kita harus melakukan pencegahan agar tidak menyebabkan penyakit yang parah :

  1. Menjaga Kebersihan Makanan

Pencegahan cacingan pada anak juga bisa dengan menjaga kebersihan makanan, jangan jajan sembarangan dan selalu tutupilah makanan dan minuman yang anda miliki. Menutup makanan bisa menghindarkan dari larva lalat dan juga larva cacing.

  1. Kuku Pendek

Biasakan anak untuk memiliki kuku yang pendek. Kuku yang panjang bisa menjadi media berlindungnya kuman dan penyakit. Saat bermain tanah dan menggaruk kulit akan ada kuman yang menempel pada kuku tersebut sehingga menyebabkan kuman bisa masuk ke dalam tubuh.

  1. Menjaga Sanitasi

Hal yang penting dalam pencegahan cacingan pada anak dengan menjaga sanitasi lingkungan. Jangan sampai anak bermain pada lingkungan yang kotor dan penuh dengan penyakit.

  1. Memakai Alas Kaki

Pencegahan cacingan pada anak dengan membiasakan memakai alas kaki, jangan biarkan anak menginjak tanah tanpa alas kaki yang melindunginya.

  1. Hindari Sumber Telur Cacing

Sebaiknya jauhi sumber dari telur cacing adalah tanah. Hindarkan anak dari media tanah terutama anak yang belum mengetahui mana kotor dan mana yang bersih. Hal tersebut dikarenakan nantinya saat anak memegang tanah, dam akan memasukkan tangannya ke dalam mulut. Orang tua harus lebih memperhatikan cara pencegahan cacingan pada anak.

Cara Mengatasi Cacingan

Penyakit cacingan jangan dianggap remeh, jika penyakit tersebut sudah timbul sebaiknya diatasi. Adapun cara mengatasi atau mengobati cacingan :

  1. Biji Pepaya
  2. Biji Lamtoro
  3. Kulit Mangga
  4. Kelapa
  5. Biji Jeruju
  6. Bangle
  7. Daun Pepaya
  8. Buah Delima

Pencegahan Cacingan Pada Anak

Cara Pemesanan Obat Cacingan
Untuk Membantu Mengatasi Cacingan 

Harga Obat Cacingan Upixion 2 Botol @ 5ml = Rp.115.000,-

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Cacingan Upixion, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )


=====================================

>>> Kapsul Herbal Cacingan Untuk Mengatasi Cacingan, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Cacingan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.